martes, 18 de junio de 2013

Lirik Himne Spanyol Marcha Real

Himne nasional Spanyol Marcha Real sudah lama menjadi lagu kebangsaan tak berlirik. Ada beberapa versi karangan penulis, seniman, maupun musisi, tetapi satu versi yang disebarluaskan untuk para atlet bertanding mewakili negaranya diciptakan oleh Paulino Cubero pada tahun 2008.

Pengisian lirik oleh Komite Olimpik Spanyol ini dimaksudkan agar para atlet bisa ikut bernyanyi daripada hanya bergumam saat lagu diputar. Walaupun demikian, kontra mengenai lirik lagu ini masih berdatangan khususnya dari kalangan politisi, termasuk Kepala Pemerintahan Mariano Rajoy.

http://youtu.be/gMz0chNedOc

Pada partai pertama Spanyol melawan Uruguay Piala Konfederasi 2013, lagu ini kembali dikumandangkan, dan BBC untuk pertama kalinya menyertakan lirik lagu tersebut pada tayangannya. Tak pelak BBCpun juga mendapat kritikan karena lirik ini pun juga tidak jadi diresmikan.


Ini dia contekan dan terjemahannya (sekalian belajar bahasa Spanyol yuk)


¡Viva España!
(Hidup Spanyol!)
Cantemos todos juntos
(Kita bernyanyi semua bersama)
con distinta voz
(dengan suara berbeda)
y un solo corazón
(dan hanya sebuah hati)

¡Viva España!
(Hidup Spanyol!)
desde los verdes valles
(dari lembah-lembah hijau)
al inmenso mar,
(hingga lautan luas)
un himno de hermandad
(sebuah himne persaudaraan)
Ama a la patria
(mencintai tanah air)
pues sabe abrazar,
(dan tahu bagaimana memeluk)
bajo su cielo azul,
(di bawah langit birunya)
pueblos en libertad
(rakyat dalam kemerdekaan)
Gloria a los hijos
(kejayaan untuk para putra)
que a la Historia dan justicia y grandeza
(bahwa kepada sejarah mereka memberi keadilan dan kebesaran)
democracia y paz.
(demokrasi dan kedamaian)

jueves, 2 de mayo de 2013

Restoran Spanyol Terbaik di Dunia

Dunia kuliner Spanyol kembali berpesta untuk terpilihnya “El Celler de Can Roca”, sebuah restoran di Girona, sebagai peringkat pertama daftar 50 World Best Restaurant pada majalah “Restaurant”. Kabar baik ini diangkat oleh harian El Mundo  dan El País pada 30 April 2013.

Mereka mengalahkan “Noma” dari Denmark dan “Osteria Francescana” dari Italia yang masing-masing menduduki peringkat kedua dan ketiga. Bahkan mengungguli favorit juara “DOM” dari Brasil yang malah dianugerahi posisi keenam.

Kreatifitas dan kesempurnaan
Pemilik DOM Alex Attala berkomentar, “Semua (restoran yang berkompetisi) memiliki titik lemah, mereka (El Celler de Can Roca) tidak. Masakannya, kue-kuenya, cellarnya, semuanya sempurna.”

Restoran milik tiga bersaudara Josep Roca, Joan Roca, dan Jordi Roca ini sebelumnya mendapatkan penghargaan Michelin bintang tiga pada tahun 2009. Masing-masing bertanggung jawab atas bagiannya, Josep pada minuman, Joan pada masakan asin, dan Jordi pada makanan penutup (manis).

Roca bersaudara saat menerima penghargaan
Joan Roca menyampaikan, “Penghargaan ini sangat penting untuk semua masakan Spanyol, membuktikan bahwa kami terus menarik peminat di dunia kuliner internasional. Ini menjadi penguatan image kreatifitas pada kuliner Spanyol. Dunia kuliner Spanyol memerlukan hal ini untuk bersaing secara internasional.”

Restoran ini menyajikan makanan-makanan olahan wine. Selain masakan tingkat tinggi, mereka juga berkreasi pada tapas, seperti Rocadillos, brioche panas yang diisi es Krim. Salah satu sajian khas lainnya adalah Núvol de limoná, yang bahkan sudah diabadikan menjadi parfum.

Núvol de limoná versi hidangan penutup
Núvol de limoná versi parfume

miércoles, 17 de abril de 2013

Madrid Malam Hari

Madrid pada malam hari tetap dapat dinikmati, bahkan memiliki keanggunannya sendiri. Beberapa kumpulan foto Madrid Malam Hari saya:

Sebuah Plaza di Centro

Katedral

Palacio Real

Monumen Peringatan 2 Mei

Templo de Debot

Lorca di Plaza Santa Anna

Dari Teras Museum Reina Sofia

Plaza Museum Reina Sofia

Plaza Dos de Mayo

Puerta de Alcala

Sol

Puerta de Alcala tampak samping

Kota Metropolis yang Sederhana, Valencia

Beberapa saat lalu tulisan saya Valencia: A simple metropolis dimuat di harian lokal berbahasa Inggris di Indonesia. Banyak hal yang saya ceritakan di sana, namun saya ingin meringkas lagi pengalaman-pengalaman menarik ketika saya berkunjung ke kota metropolitan ketiga Spanyol ini (setelah Madrid dan Barcelona).

Kota besar memang, tetapi tidak membingungkan. Di peta tergambarkan Valencia hampir menyerupai lingkaran, di mana pusat kota terletak di dalam lingkaran tersebut.

Peta Kota Valencia
Pintu masuk lingkaran sebelah barat adalah Torre de Quart atau Menara Quart. Melewati menara ini anda dapat temukan kota tua Carmen. Kini Carmen sangat turistik karena semakin banyak wisatawan berdatangan, sebelumnya dengan harga yang lebih terjangkau, bar-bar di tempat ini melayani para pelajar dengan live music.
Plaza di belakang Katedral di Carmen
Bagaimanapun juga, tempat ini wajib untuk dikunjungi karena pada ujung jalan anda dapat menemukan sebuah plaza, di mana terdapat Katedral Valencia. Keunikan Katedral ini selain menyimpan lukisan karya seniman ternama Goya, adalah tersimpannya cawan yang digunakan dalam peristiwa perjamuan terakhir Yesus.
Cawan Perjamuan Terakhir yang Tersimpan di Katedral
Tepat di samping Katedral, berdiri Torre Migullette atau Menara Miguellette. Olahraga sedikit untuk mencapai puncak menara, setelahnya silahkan bernapas lega dan takjub memandang kota Valencia dari atas.
Bersama host, inilah pemandangan dari atas Miguellette
Ciudad de la Arte y Ciencia memiliki struktur bangunan yang cantik, namun untuk masuk ke sana dikenakan biaya lumayan tinggi. Untuk saya, berfoto-foto di luarnya saja sudah cukup untuk kenang-kenangan.
Ciudad de La Arte y Ciencia, Sisi Modern Valencia
Yang saya nikmati adalah perjalanan menyusuri taman dengan sepeda dari Torre Quart  menuju Ciudad de la Arte y Ciencia. Valencia memang kota yang indah dinikmati dengan sepeda, dan taman yang saya lewati bernama Turia. Dahulu taman ini adalah sungai. Sekarang jadi tempat rekreasi dan olahraga.
Paru-paru Kota, Taman Turia
Jika mampir ke Valencia pada musim panas, carilah minuman menyerupai susu kedelai bernama Horchata. Opsi lainnya adalah mencicipi jus jeruk khas Valencia. Jeruk Valencia terkenal besar dan manis. Untuk makanan tentu saja paella atau nasi kuning khas Valencia.
Arroz del Horno
Selain paella (baca: paeya), ada beberapa makanan khas Valencia lainnya yang melibatkan nasi. Ini disebabkan tidak jauh dari pusat kota Valencia terdapat sawah sehingga mereka mampu memproduksi beras sendiri.

Stadion Mestalla dari atas Miguellette
Guilivers Park di Turia

Pasar Tradisional

Gerakan Massa 23 Februari 2013

Demonstrasi berakhhir di Balai Kota (Ayuntamiento)
Mesclata, kembang api siang hari untuk menyambut Las Fallas, acara besar tahunan Valencia


domingo, 14 de abril de 2013

GMAP Iberoamerika

Pesona Madrid sebagai kota seni tak akan luntur. Rentetan pertunjukan dan eksposisi seni tak akan habis memadati ruang-ruang kesenian kota. Berlangsung dari April hingga Juni 2013, Grandes Maestros del Arte Popular Iberoamerica, atau pameran hasil karya seni populer seniman besar Iberoamerika.

Hasil karya seniman-seniman dari Spanyol, Portugal, dan Amerika Selatan dipertontonkan di Teater Fernan Gomez, yang terletak di Plaza Colon. Untuk masuk hanya dikenakan biaya 2 euro, juga diperkenankan mengambil gambar dengan kamera.

Berikut hasil jepretan kamera saya:

















domingo, 7 de abril de 2013

Penemuan Orang Spanyol yang Mengubah Dunia

Iseng-iseng saya baca link ini, isinya menarik jadi saya coba translasikan secara bebas untuk teman-teman sebangsa sebahasa Indonesia.


Dari kiri ke kanan: Bota, Botijo, Porron
Bota berfungsi untuk menyimpan wine agar mudah dibawa, bertemperatur stabil, dan mudah untuk meminumnya. Sedangkan Botijo adalah tempat untuk menyimpan air agar tetap dalam konsisi segar (seperti kendi), karena hanya memiliki lubang kecil tempat udara masuk, tempat yang sama seperti ketika mengisi wadah dengan air. Porron adalah modifikasi dari botijo, namun terbuat dari kristal dengan dua saluran pipa. Biasanya untuk menyimpan wine.


Permainan sepakbola dengan dua kaki, oleh Alejandro Finisterre tahun 1937.
Walaupun asal permainan ini dipatenkan oleh Inggris, Prancis, German, bahkan Amerika Serikat, penggunaan dua kaki para pesepakbola dalam permainan ini adalah hak paten tunggal milik Spanyol. Diciptakan sebagai permainan untuk anak-anak pada masa perang, untuk menghindari mereka main sepakbola di luar rumah.


Kain pel dengan mesin pemeras oleh Manuel Jaron Colominas tahun 1957.
Adalah insinyur asal La Rioja yang muncul dengan inovasi baru kain pel dengan mesin pemeras ini, walaupun bukan beliau yang memiliki ide kain pel bertangkai.


Chupachus oleh Eric Bernat tahun 1958
Siapa yang tidak kenal permen ini, di setiap negara mungkin memiliki nama yang berbeda-beda. Cerita dibalik kreasi ini adalah karena pada waktu itu adalah permen yang dimakan anak-anak sering terlepas atau jatuh dari mulut. Tahun 1958 dimakan Chupa Chups pertama, dan sampai sekarang rata-rata hampir 12 juta orang di seluruh dunia makan permen ini tiap hari.


Suntik sekali pakai oleh Manuel Jaron Colominas tahun 1975.
Konsep suntikan ada sejak 1853 pada zaman Galeno. Kemudian berkembang dari suntikan isi menjadi suntikan kosong, hingga disempurnakan Colominas menjadi suntikan sekali pakai.